Dikunjungi Kuasa Hukum, Bupati Busel Non Aktif Titip Pesan Ini

INDONESIASATU.CO.ID:

BAUBAU - Saat dikunjungi di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK) pada Rabu (30/05/2018) oleh kuasa hukumnya, Bupati Buton Selatan non aktif Agus Feisal Hidayat (AFH) sempat menitip pesan penting kepada masyarakat maupun aparatur pemerintahan dilingkup Busel.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Ridho Angga Yuwono selaku kuasa hukum menuturkan, AFH tampak tegar dan tabah menghadapi masalah yang sedang menimpanya saat ini. Bahkan ia menceritakan semua kejadian perkara hingga terjadinya OTT yang dilakukan oleh KPK beberapa waktu lalu.

"Beliau (AFH, red) sangat menghormati proses hukum yang dilaksanakan oleh KPK, dan akan berupaya mempermudah seluruh urusan-urusan KPK untuk melakukan proses Penyelidikan dan Penyidikan," ungkap ketua DPC Peradin Kota Baubau ini dalam press release yang disampaikannya, Jumat malam (01/06/2018).

"Kedua, beliau juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Buton Selatan apabila persoalannya di KPK ini sempat mengganggu pemikiran dan perasaan, ia hanya memohon doa agar masalah yang menimpa dirinya saat ini dapat terselesaikan dengan segera," sambungnya.

Dikatakannya, AFH merupakan seorang politisi sehingga tidak menutup kemungkinan terdapat permasalahan dengan kubu politik lain.

"Dengan momen ini kebetulan masih dalam suasana ramadhan, beliau meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada kubu politik lain apabila ada hal-hal yang tidak berkenan dan melukai hati selama beliau berkiprah dalam dunia politik hingga saat ini," ucap advokad usia 35 tahun ini.

Melalui kuasa hukumnya tersebut, AFH juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota DPRD, para pegawai maupun tenaga magang di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Buton Selatan.

Selanjutnya, Agus juga berpesan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga magang dilingkup Pemerintah Kabupaten Buton Selatan agar tetap menjalankan proses pemerintahan dengan tertib dan baik di bawah komando H La Ode Arusani sebagai Plt Bupati Buton Selatan.

"Kepada rekan-rekan pengajiannya, beliau sangat meminta maaf karena rencana dakwahnya tertunda akibat masalah yang menimpanya saat ini, dan mohon doanya agar beliau tetap diberi kesehatan dan ketabahan dalam menjalani proses hukum," ucap Angga.

Munculnya konsultan politik yang ramai disebut dalam pemberitaan media massa selama ini adalah murni inisiatif dari AFH, dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kondisi Pilgub Sultra 2018 kedepan, hal ini tidak diketahui dan tanpa ada kontrak dengan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur RM-SK.

"Saya meminta kepada masyarakat dan seluruh pihak, termasuk KPK agar mengedepankan Asas Praduga Tak Bersalah. Meskipun pak AFH dan TK telah ditetapkan sebagai Tersangka lalu ditahan di Rutan KPK, mereka berdua belum tentu bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana di duga oleh KPK, karena harus di uji di Sidang Pengadilan Tipikor sampai pada putusan ingkracht," harapnya.

Dalam proses pendampingan Hukum terhadap AFH dan TK juga sebagaimana hasil rembuk, advokad bernama Angga ini tidak mengambil langkah yang akan mempersulit KPK melakukan penyelidikan dan penyidikan perkara ini.

"Kami juga hingga saat ini belum terpikir untuk mengajukan praperadilan. Biarlah upaya KPK berjalan dengan lancar, agar AFH dan TK cepat mendapatkan Keputusan Hukum dalam perkara ini," tutupnya. (Ton)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita