Jelang Hari Pencoblosan, Ini Penegasan Ketua LMND Baubau

INDONESIASATU.CO.ID:

BAUBAU - Menjelang detik-detik hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang jatuh pada Rabu 27 Juni 2018 besok, Ketua Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Baubau La Ode Farhan menghimbau agar masyarakat tidak tertarik dengan praktek 'Money politic' alias politik uang.

"Kita semua berharap dalam pemilu kali ini dapat terlaksana dengan bersih, jujur dan adil tanpa iming-iming sejumlah uang terhadap masyarakat sebagai syarat memilih kandidat," tulisnya dalam press release yang disampaikannya lewat pesan WhatsApp, Selasa (26/06/2018).

Lebih lanjut Farhan memaparkan, berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 sebagaimana perubahan UU No. 8 Tahun 2015 tentang Pilkada telah mengatur sanksi pidana bagi pihak manapun yang menjalankan praktik politik uang, sehingga tidak ada alasan untuk melakukan praktek politik uang, dan jika ada masyarakat yang terbukti terlibat transaksi uang dengan tujuan untuk memilih kandidat tertentu maka telah dipastikan bisa berhadapan langsung dengan hukum sebagai panglima tertinggi.

"Tak hanya kepada pemberi, penerima uang yang berbau politik juga akan dikenakan sanksi pidana yang sama dengan pihak pemberi sesuai dengan yang telah diatur dalam Pasal 187 poin A hingga D dalam UU Nomor 10 Tahun 2016," kata dia.

Ditambahkannya pula, berdasarkan pada pasal tersebut tercantum bahwa orang yang terlibat politik uang bisa dipenjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan, serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

"Patut kita pahami bersama bahwa praktik politik uang bukan saja semata diciptakan oleh kandidat-kandidat Kepala Daerah yang nakal, namun hal itu diciptakan juga oleh kondisi tak beraturan yakni kemiskinan, ketimpangan serta hilangnya harapan rakyat terhadap masa depan hidupnya," tambahnya.

Lanjut dari itu Farhan menyebutkan, praktek politik uang umumnya berawal dari  situasi carut marut yang dialami oleh masyarakat dengan harapan dapat membawa kesejahteraan sementara.

"Untuk itu dalam situasi ini, Eksekutif - LMND Baubau mengajak pada seluruh rakyat Indonesia khususnya di kota Baubau agar tidak terjebak pada iming-iming sejumlah uang, karena setiap suara adalah penentu masa depan daerah kita selama lima tahun mendatang, apakah akan lebih baik atau buruk," ulasnya.

Politik uang kata Farhan, adalah sebuah kemunduran berpikir dalam demokrasi yang harus dilawan oleh semua pihak.

"Kami sangat mengharapkan agar seluruh masyarakat yang ada di kota Baubau tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai perbedaan pilihan pasangan calon kepala daerah, demi terciptanya pemilihan umum yang damai dan nyaman," tutupnya. (*Ton)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita