La Pili: Boleh Beda Pilihan, Tapi Persatuan dan Persaudaraan Harus Dijaga

INDONESIASATU.CO.ID:

BUTON TENGAH - H. La Pili, S.Pd merupakan salah satu tokoh di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah lama berkecimpung di bidang dakwah Islamiyah, bahkan sejak masa SMA ia pun telah diminta untuk memberikan pesan-pesan dakwah diberbagai momen kegiatan keagamaan.

Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sultra ini bahkan diundang oleh Panitia Hari-hari Besar Islam Kecamatan Lakudo untuk membawakan khutbah saat pelaksanaan shalat Idul Fitri di lapangan Tangkalawa Kelurahan Lakudo, Kecamatan Lakudo pada Jumat kemarin (15/06).

Saat dikonfirmasi oleh awak Indonesiasatu.co.id, H. La Pili mengatakan, meskipun saat ini Provinsi Sultra sedang menghadapi suasana Pilgub, namun ia berharap agar momen tersebut tidak merusak persatuan, hubungan persaudaraan maupun silaturahmi antar sesama.

"Kita harus tetap menjaga persaudaraan, tetap menjaga silaturahim, karena itu merupakan karunia Allah SWT yang diberikan kepada kita, boleh beda pandangan, boleh beda dukungan, boleh beda pilihan, tapi persatuan dan hubungan persaudaraan tetap harus dijaga," harapnya.

Terkait dengan ia telah membawakan khutbah saat shalat Idul Fitri di Lakudo kemarin, La Pili berpesan agar hal tersebut jangan disangkutpautkan dengan suasana politik karena dalam menyampaikan khutbah sedikit pun ia tidak menyinggung masalah politik. Inti sari khutbah yang disampaikan pun berkisar pada fungsi dan penggunaan panca indera manusia, selain itu ia juga sempat menyinggung jasa mulia seorang ibu pada anaknya yang tidak pernah terbalaskan meskipun sang anak telah hidup sukses, mandiri dan berkecukupan.

"Sebelum menjadi anggota Dewan, saya sudah giat dalam kegiatan-kegiatan dakwah, dan sampai sekarang tetap terus saya lakukan, bahkan setiap akhir tahun selalu saya diundang untuk membawakan khutbah di beberapa daerah, saya sudah pernah bawakan khutbah di Kendari, di Buton Utara, di Muna, di Muna Barat, dan alhamdulillah saya juga telah diundang oleh panitia di Buton Tengah," ujarnya.

Namun demikian, ia juga tidak memungkiri bila pada 2019 mendatang ia siap maju bertarung dalam kontes Pemilihan anggota DPR-RI di Senayan untuk mewakili aspirasi masyarakat Sultra dikancah nasional.

"Terkait pencalonan saya sebagai calon anggota DPR-RI kedepan saya tidak mau duluan berjanji, saya hanya berupaya untuk memberikan sebanyak-banyaknya manfaat dan berjuang untuk kebaikan," kata dia.

Calon anggota DPR-RI dari Partai Keadilan Sejahtera ini memaparkan pula, sebelum menjadi anggota DPRD Provinsi Sultra, ia telah aktif dalam kegiatan-kegiatan dakwah hingga sekarang.

"Kegiatan dakwah itu sudah menjadi aktifitas saya sebelum saya menjadi anggota Dewan dan terjun ke partai politik, bahkan sudah menjadi kegiatan saya sejak masih SMA saya sudah dipercaya untuk memberikan pesan-pesan dakwah diberbagai momen keagamaan," paparnya.

Ditempat berbeda, Ketua DPRD Buteng Adam, S.Ag saat dimintai tanggapannya terkait khatib khutbah shalat ied, ia menuturkan penampilan La Pili saat membawakan khutbah Idul Fitri di Lakudo itu hal yang wajar dan tidak perlu dipersoalkan oleh pihak manapun.

"Saya pikir kalau masalah pak La Pili bertindak sebagai khatib saat shalat Idul Fitri dimana saja tidak perlu dipersoalkan, apalagi kapasitas semacam pak La Pili itu kan sangat luar biasa, apa yang disampaikan itu menyentuh sekali, kecuali orang yang tidak menghayati baru tidak mengucurkan air mata," tuturnya.

"Itu sama sekali tidak ada unsur politiknya, memang kita butuhkan siraman rohani karena kita sudah tahu bagaimana kapasitasnya pak La Pili itu, sehingga isi khutbahnya itu kita pandang sangat positif dalam memberikan pencerahan secara islami kepada masyarakat Kecamatan Lakudo," pungkas Adam mengakhiri. (Ton)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita