Merasa Dilecehkan di Medsos, BMI Buteng Lapor Polisi

INDONESIASATU.CO.ID:

BAUBAU - Merasa dilecehkan di akun media sosial (Medsos), Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Sa'al Musrimin Haadi bersama Sekjen BMI Buton Tengah Bobi Ertanto resmi memasukkan laporan ke Polres Baubau pada Rabu sore (06/06/2018).

Laporan tersebut terkait dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh dua akun fb bernama Bedahudin Lobaloba dan Norma Sabil. Mereka telah mengomentari postingan Sa'al Musrimin Haadi di grup fb Buton Tengah (Gulamasta).

"Beberapa malam lalu, tepatnya Tanggal 05 Juni 2018 sekitar pukul 20.11 Wita itu kan saya upload foto kegiatan safari ramadhannya pak Bupati di mesjid raya Tolandona beberapa malam lalu, padahal nama akun Bedahudin Lobaloba ini langsung mengomentari dengan kata-kata yang kurang enak dibaca, dan jelas itu sama halnya sudah melecehkan saya beserta fotonya pak Bupati yang saya posting, cukuplah dia hargai juga pak Bupati, tapi ini seenaknya dia mengeluarkan komentar pedas," kata Sa'al sesaat setelah melapor ke Polres Baubau.

"Setelah melihat postingan saya, nama akun fb Bedahudin Lobaloba kemudian ia membalas bahwa poto-poto didalam masjid-riya-pamer, semoga pelakunya dilaknat Allah SWT. Masa ini agenda kegiatan safari ramadhan dibilang riya dan pamer, ini kan sudah pelecehan," sambungnya.

Sa'al juga menyebutkan, selain akun Bedahudin Lobaloba, juga ada akun fb bernama Norma Sabil yang ikut berkomentar dengan ucapan kotor. 

"Laporkan juga dengan saya dan, nanti saya kasih ciuman sama kasih pegang tetekku, seperti itu komentarnya akun Norma Sabil, ini kan perkataan kotor yang tidak pantas diungkapkan di medsos. Saya pribadi tidak terima perlakuan ini, negara kita ini kan adalah negara hukum, biarlah kita serahkan kepada para penegak hukum yang akan menindaklanjutinya agar menjadi pembelajaran kita semua," ucap Sa'al.

Selain itu, Ardin Firanata, SH., MH selaku kuasa hukum Sa'al yang turut mendampingi proses pelaporan menjabarkan, permasalahan berawal ketika Ketua BMI Buteng Sa'al sebagai pemilik akun merasa dilecehkan melaporkan pemilik akun yang dianggap mengeluarkan komentar yang mengandung unsur perbuatan tidak menyenangkan dan ujaran kebencian.

Disatu sisi memang harus dipahami oleh para penggiat medsos kata Ardin, ada kedewasaan dalam penggunaan medsos. Ia juga menuturkan, adanya UU ITE saat ini para penggemar medsos telah dibatasi dengan aturan hukum yang berlaku, disamping itu setiap pengguna medsos juga harus berkomentar dengan bijak dan santun.

"Saya selaku kuasa hukum bertugas untuk mendampingi, sekaligus kami juga punya kajian-kajian maupun analisa berdasarkan ilmu hukum, meskipun demikian tapi yang lebih berwenang menentukan dugaan bentuk pelanggaran dan unsur pidananya apakah kena pasal berapa dan ayat berapa itu adalah pihak Kepolisian, kami menghormati kewenangan itu dan kami percayakan kepada pihak Kepolisian untuk menyelesaikan persoalan ini sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya. (Ton)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita